Saturday, September 21, 2019

Metode Penelitian dalam Hubungan Internasional

Sabtu, 21 September 2019

Ini semacam reviu dari materi-materi yang sebenarnya sudah saya dapatkan di tingkat S1. Tentang landasan dasar dalam memahami segala hal mengenai Ilmu Hubungan Internasional. Tentunya berangkat dari landasan ilmiah.

Dalam ilmu HI sendiri, dikenal berbagai macam paradigma dan dinamika perkembangannya mengalami periode yang dikenal dengan perbebatan paradigma. Beberapa poin berikut merupakan perdebatan ontologis maupun epistemologis mengenai fenomena HI.

  1. Realism vs Idealism (Liberalism) - First world war
  2. Traditionalism vs Behaviourism - 1960s
  3. Neorealism vs Neoliberalism - `970s
  4. Rationalism vs Reflectivism - 1980s

Fase pembentukan negara dimulai dari apa yang disebut dengan polis. Berkembang menjadi, Kekaisaran Romawi, kekaisaran Agung Romawi kemudian momen perang 30 tahun yang melahirkan perjanjian Westphalia yang pada akhirnya menjadi momentum lahirnya negara modern yang dikenal sampai sekarang. Sebelumnya kita harus memahami apa perbedaan dari fase pembentukan negara.

 Klasifikasi Penelitian:

  1. Pendekatan (Kualitatif dan Kuantitaf)
  2. Metode (Penelitian tindakan, Experimen, Studi Kasus dan Survei)
  3. Jenis Kontribusi (A. Dasar & terapan. B. Explamatori & Konfirmatori. C. Deskripsi, eksperimen & Korelasi) 

Friday, September 13, 2019

Permulaan

Blog ini sudah beberapa minggu saya buat dengan niat sebagai wadah pembelajaran bahasa asing. Niat yang nampaknya mulia namun ternyata berakhir rencana belaka. Kalau ditarik ke belakang, saya terlalu sering membuat rencana awal untuk banyak niatan baik namun selalu mentok pada apa yang namanya konsistensi. 
Ya masalah utama saya adalah fokus dan kurang konsisten dalam banyak hal. Inilah yang membuat beberapa periode kehidupan saya berantakan dan berakhir pada penyelesan-penyesalan yang tidak penting.
Meski demikian, saya akan tetap mulai melanjutkan blog ini entah sampai di mana ujungnya berhubung karena ada momen yang tepat, momen yang tentunya hanya berakhir pada rencana-rencana belaka. Memulai lagi rasa yang pernah saya dekap selama bertahun-tahun. Entahlah, mungkin ini semacam the law of attraction karena semenjak lulus S1, saya selalu membayangkan diri saya melanjutkan lagi kuliah bukan hanya jenjang S2 tetapi juga PhD.

Pengalaman lain yang lebih sentimental tetap akan saya tulis di ruang sebelah. Di ruang yang mengkapitalisasi semua perasaan saya yang sebenarnya konyol juga untuk dibagikan di ruang publik.

Selain apa yang saya dapat di mata kuliah, saya juga akan mengisi blog ini dengan pengalaman remeh temeh yang saya tulis tentang perjalanan saya selama kuliah di UP. Nantinya blog ini juga akan menjadi catatan seberapa sering saya membaca buku atau pun jurnal ilmiah.

Seperti itu nantinya isi dari blog ini. 
Sekali lagi semoga saya bisa konsisten untuk mengasah diri. fokus. fokus. fokus.

Aula Universitas Paramadina, 14 September 2019

Buku 2026 (2)

Buku kedua yang saya lumat selama seharian di Januari 2026 adalah buku perjalanan spiritual Mohammad Zaim. Buku tentang perjalanan panjang t...