Saturday, May 16, 2020

Noam Chomsky

Informasi random tentang seorang Noam Chomsky (lahir 7 Desember 1928)

Jika revolusi Bolshevik mencakup kaum kiri maka Chomsky dengan terang-terangan akan memisahkan diri dari kaum kiri.
Chomsky berpandangan bahwa Lenin adalah musuh terbesar Sosialisme. pemikiran bahwa Buruh hanya tertarik pada taruhan pacuan kuda merupakan absurditas yang akan terbukti kesahalannya dengan sedikit saja memperhatikan sejarah perburuhan atau pers kelas buruh yang independen dan aktif yang tumbuh di berbagai tempat.
kesan Chomsky terhadap Marx. bahwa Chomsky selalu menganggap dirinya tidak cukup paham terhadap Marx namun secara singkat dia mengatakan bahwa Marx muda itu seorang tokoh akhir pencerahan namun Marx tua menjadi seorang pegiat otoriter dan analis kritis terhadap Kapitalisme yang tidak memiliki banyak alternatif sosialis. namun Chomsky menegaskan bahwa itu hanya kesannya terhadap Marx.
apa yang disebut Kapitalisme pada dasarnya adalah sistem Merkantilisme korporatis dengan tirani privat yang besar dan tidak bertanggung jawab, yang memiliki kendali besar terhadap ekonomi, politik, sosial dan kebudayaan , bekerja sama dengan negara yang kuat melakukan intervensi besar-besaran terhadap ekonomi domestik dan masyarakat internasional.

Monday, April 13, 2020

199. Edisi Komunikasi - Post Truth

POST-TRUTH 

by. Ust. Fahruddin Faiz


Covid-19 in International Relations

Kuliah umum ini dimoderasi oleh Bpk. Tatok dan Ibu Shiskha via aplikasi Zoom. kuliah online yang diadakan karena wabah virus Corona yang semakin mengkhawatirkan.

Pak Tatok
A. Theme of global orchestra
Role of state, Society dynamic, market structure, production process (Supply, chain, human resource), Distribution of commodity, comsuptin mode, thechnological embeded (education, market, human/society relation, bureucracy)

B. 

*****

Wabah virus Corona menjadi antitesis dari Globalisasi. jika Globalisasi adalah sebuah keadaan dimana batas-batas negara seperti tereduksi dan sudah sangat samar namun kehadiran viru Corona menjadi jawaban yang tegas bahwa batas-batas masih dibutuhkan dengan jargon social distancing. Globalisasi seperti sedang menemukan lawan yang sepadan ketika semua negara melakukan penutupan bandara dari dan ke negara lain.

banyak pertanyaan tentang fenomena yang terjadi pada studi HI pasca Covid-19. beberapa diantaranya saya kutip dari sumber yang random.

1. Moreover, will different nations see the pandemic as an impetus for working more closely together, or will the see it as an opportunity to gain adavantage in the context of "great power competition"? Sumber

2. Three scenarios are possible this stage. the best case envisages a modearte economic disturbance. which can hopefully be dealt with by the existing world order and throufh the mobilization of existing financial tools. a much more likely scenario, which qualifies as bad, foresees sever economic damage neccessitating a massive demand for reconstruction, even if it cannot be met through available resources and by the shaky global institutional architerture. the worst case scenario will be really ugly; it includes a devastating economic collapse of potentially historic proportions, leading to social and political turmoil in a number of countries, a sea change as to configuration of the world order, and curtailed connectivity. Sumber

Geopolitical scenarios for Asia after Covid-19. Sumber

The Corona virus could reshape global order. Sumber


Sunday, April 12, 2020

Islam, Diplomacy & International Politics (2)

Tulisan ini adalah rangkuman dari bahan bacaan yang dibagikan oleh Pak Umam.

Religion and Islam in Contemporary International Relations
By. Maurits Berger

the year 1979 was a turning point. a post-colonial period where socialism and secularism had reigned dominantly in the Muslim world was abruptly ended, and a new period started where the force of Islam (religiously, politically and ideoligically) gained momentum

one important factor for the appeal of Islam is the fact that those who preach Islam have put action wehre their mouth is- not only religous rhetoric, but social, economic and political action that is undertaken in the name of Islam has given the so-called "Islamists" their credibility and constituency.

a wide diversity remains within islamic though. one of the newer trends is that of "post-Islamism" an Islamic ideology that is inclusive aiming at tolerance and pluralism.

it should be noted that "islamization is not limited to Muslims. the western world is undergoing the same process, althouhg sometimes unwilingly.

the distionction between the two words -Muslim and Islamic-has to do with the value attached to them. A "Muslim country" will in the following be defined as a country with a majority Muslim population regardless of whether religion plays a role in their personal, social or political life. "Islamic" meanwhile, points at a specific use of the religion;

Islamization in the Muslim world is therefore a complex interplay of attributing values, wishful thinking, true beliefs, devotional talk and oppressive instruction.

Foreign policies of Muslim states role in four fields, namely human rights, economics, War & Peace and the protection of Islam.

Human Rights
banyak Muslim yang memandang HAM adalah konstruksi barat yang harus dipertemukan dengan Islam yang asli. saat berbicara mengenai HAM, tidak bisa dilepaskan dari konvensi yang ditandantangani oleh negara-negara termasuk negara Muslim.

Economics
Islamic Finance is soaring. banyak bank di negara barat dan lembaga keuangan yang mengadopsi sistem keuangan Islam. baik terpisah dari kantor maupun bagian dari pelayanan mereka.
All in all, where "Islamic" issues tend to cause friction between the Muslim and Western worlds, Islamic finance is the exception.

War and Peace (and Terrorism)
dapat disimpulkan bahwa aktivitas Islam dalam konsep perang dan damai adalah isu internal antar sesama Muslim. However, it directly affects the west in three ways.
1. ketika negara barat terlibat konflik senjata di negara Muslim, baik pendudukan maupun intervensi, on the national goverment's invitation, or as an international peacekeeping mission, Islam akan digunakan sebagai pertahanan diri
2. beberapa organisasi militan Islam seperti Islamic Jihad dan Al-Qaeda telah mengembangkan konsep "musuh jauh" 
3. membela tanah air Islam telah bercampur dengan pengertian pertahanan Islam. konsep mempertahankan dan melindungi harus dipisahkan.

Protecting Islam
Melindungi Islam adalah aktivitas Islam yang tumbuh sejak awal 1990an baik domestik maupun internsional.
secara domestik, dilakukan dalam banyak cara. mereka yang memproklamirkan diri sebagai pelindung Islam kebanyakan menargetkan Individu yang dituduh menyinggun atau melecehkan Islam, dan mayoritas yang dituduh adalah mayoritas orang Islam sendiri kadang-kadang non-Muslim terutama Politikus, intelektual dan artis.





Saturday, April 11, 2020

Homo Deus

Yuval Noah Harari

Kelaparan, wabah dan perang selalu ada di puncak daftar. generasi demi generasi sudah berdoa kepada setiap Tuhan, Malaikat, dan Santa dan telah menemukan tak terhitung alat, institusi, dan sistem sosial tetapi mereka terus mati dalam jumlah jutaan akibat kelaparan, epidemi dan kekerasan. banyak pemikir dan nabi menyimpulkan bahwa kelaparan, wabah dan perang telah menjadi bagian integral dari rencana kosmis Tuhan atau karena alam kita yang memang belum sempurna dan sampai akhir dunia pun kita tidak akan terbebas dari semua itu.\

Untuk kali pertama dalam sejarah, kini lebih banyak orang yang mati akibat terlalu banyak makan ketimbang orang yang kurang makan, lebih banyak orang mati karena lanjut usia ketimbang karena penyakit menular, dan lebih banyakaorang melakukan bunuh diri ketimbang jumlah gabungan orang yang dibunuh oleh tentara, teroris dan penjahat.  pada awal abad ke 20, lebih banyak kemungkinan manusia mati akibat McDonald ketimbang akibat kekeringan, Ebola atau serangan Al-Qaeda.

Setelah kelaparan, musuh besar kedua kemanusiaan adalah wabah dan penyakit menular. epide mungkin tiba-tiba meletus dan menghancurkan seluruh keluarh dalam sekali sambar.

Wabah paling terkenal yang dinamai Maut Hitam meletup pada dekade 1330, di suatu tempat di Asia timur atau tengah ketika bakteri penumpang kutu Yersinia Pestis mulai menginfeksi manusia yang digigit kutu.

Sampai dengan era modern, manusia menyebut penyakit sebagai akibat dari udara buruk, setan jahat dan dewa yang marah dan tidak mencurigai keberadaan bakteri serta virus. orang-orang dengan mudah percaya pada malaikat dan peri tetapi mereka tak bisa membayangkan ada seekor kutu mungil atau setetes air bisa berisi satu armada penuh predator mematikan.

Pada 5 Maret 1520, satu rombongan kecil kapal-kapal Spanyol bertolak meninggalkan pulau Kuba dalam perjalanan menuju Meksiko. kapal-kapal itu membawa 900 tentara Spanyol bersama kuda-kuda, senjata api, dan sejumlah budak Afrika. salah satu budah itu, Francisco de Egula membawa satu kargo pasukan yang jauh lebih mematikan dalam tubuhnya., virus cacar.

Setiap beberapa tahun kita dicemaskan oleh suatu ledakan potensial wabah baru seperi SARS pada tahun 2002/2003, flu burung pada tahun 2005 flu babi pada tahun 2009/2010 dan Ebola pada tahun 2014 

Kita tidak tahu pasti bahwa suatu wabah baru Ebola atau galur flu tak dikenal tidak akan melanda dunia dan membunuh jutaan orang.

sebagaian orang memandang perang sebagai hal lumrah sedangkan perdamaian adalah keadaan sementara dan tidak pasti. hubungan internasional diatur dengan hukum rimba, yang berarti sekalipun dua pemerintahan hidup berdamai perang selalu tetap menjadi opsi.

Terorisme adalah strategi kelemahan yang dipilih oleh mereka yang tak punya akses pada kekuasaan riil.

Bagi rata-rata orang Amerika dan Eropa, Coca-Cola menjadi ancaman yang jauh lebih mematikan ketimbang Al-Qaeda.

Manusia jarang puas dengan apa yang sudah dicapai. reaksi paling umum pikiran manusia pada prestasi bukan kepuasan melainkan mengejar lebih banyak.

Bagi orang modern, kematian adalah sebuah masalah teknis yang bisa dan seharusnya kita pecahkan. Misi andalah sanis modern adalah mengalahkan kematian dam memberi manusia usia muda abadi.

Atap kaca kebahagiaan mampu bertahan karena ditopang oleh dua pilar kokok yakni psikologis dan biologis.

Tidak ada orang yang menderita karena kehilang pekerjaan bercerai atau karena pemerintah mengadakan perang. satu-satunya hal yang membuat orang menderita adalah sensasi-sensasi tidak menyenangkan dalam tubuhnya sendiri.

Bukan tujuan yang membuat kita bahagia, melainkan perjalanannya, memanjat puncak Everest lebih memuaskan daripada saat berdiri di puncaknya.

Sebagian besar dari kita cenderung melompat langsung dari stres ke kebosanan dan kembali lagi. tetap tidak puas dengan satu dan lainnya.

Sekitar 2.300 tahun lalu Epicurus mengingatkan para muridnya bahwa pencarian kesenangan yang berlebihan akan berbuah penderitaan bukan kebahagiaan. Buddha mengajarkan bahwa pencarian sensasi-sensasi kebahagiaan sesungguhnya adalah akar dari penderitaan.

Selama ribuan tahun, sejarah penuh dengan lonjakan-lonjakan teknologi, ekonomi, sosial dan politik namun satu hal yang tetap; kemanusiaan itu sendiri

prediksi bahwa kemungkinan pada abad ke-21 umat manusia akan mengejar imortalitas, kebahagiaan dan keilahian.

Sejarah baru akan menjelaskan bahwa situasi kita saat ini tidak bersifat alamiah maupun abadi. dulu keadaannya berbeda.

Alasan terbaik untuk belajar sejarah; bukan untuk meramalkan masa depan melainkan untuk membebaskan diri anda dar masa lalu dan membayangan cita-cita alternatif.

Satu hal yang tunggal yang konstan dalam sejarah adalah bahwa segalanya berubah. ketimbang mengkhawatirkan asteroid, kita sebaiknya takut pada diri kita sendiri.

yang membuat nasib binatang ternak domestikasi amat sangat keras bukan hanya cara mereka mati melainkan juga yang lebih penting, cara mereka hidup.

99% keputusan kita-termasuk pilihan kehidupan yang paling penting yang berkaitan dengan pasangan karir dan habitat, dibuat dengan algoritma-algoritma yang disaring dengan teliti yang kita sebut sensasi dan hasrat

revolusi agrikultur merupakan sebuah revolusi ekonomi dan agama. Saat revolusi agrikultur, umat manusia membungkam binatang dan tumbuhan sedangkan saat revolusi saintifik, umat manusia membungkan Tuhan juga.

membunuh seorang warga negara Amerika bisa menciptakan teriakan Internasional yang lebih besar ketimbang membunuh seorang warga negara Afganistan.

revolusi biasanya diciptakan oleh jaringan kecil agitatior bukan oleh massa. orang komunis berhasil merebut kekuasaan dari Imperium Rusia yang besar karena mereka terorganisasi dengan baik.

Penyebab perang adalah fiksional tetapi penderitaan adalah 100% riil. inilah sesungguhnya kenapa kita harus berjuang untuk membedakan fiksi dari realitas.

Berkat komputer dan rekayasa biologi, perbedaan antara fiksi dan realitas akan kabur karena orang membentuk ulang realitas agar sesuai fiksi-fiksi mereka.

Agama berusaha memperkuat tatanan duniawi sedangkan spritualitas berusaha membebaskan diri darinya.

Sejarah modern dibentuk oleh pertarungan hidup mati antara pengetahuan saintifik dan takhayul keagamaan.

Modernitas adalah sebuah pernjanian. kita semua menandatangani perjanjian ini sejak hari kita dilahirkan.

Bisakah ekonomi benar-benar bisa terus tumbuh selamanya? tidakkah pada akhirnya ia akan kehilangan sumber daya dan berhenti sama sekali? nama riil dari ekonomi modern adalah runtuhnya ekologi. baik kemajuan sains maupun pertumbuhan ekonomi terjadi dalam sebuah biosfer yang rapuh.

Pengalaman adalah fenomena subjektif yang terdiri dari tiga unsur utama, sensasi, emosi dan pikiran.

Kedokteran abad ke-20 bertujuan mengobati orang sakit sedangkan kedokteran abad-21 semakin ditujukan untuk memperbaharui orang sehat. operasi plastik misalnya.

Islam, Diplomasi & Politik Internasional (1)

Demokrasi dan Pluralisme Agama di Asia Tenggara: 
Perbandingan Antara Indonesia dan Malaysia
By. Kikue Hamayotsu

Konsep "Toleransi Kembar" that is saling menghargai antara negara dan institusi keagamaan.

Making of the United Nation of Indonesia and Nascent Religious Pluralism

Sukarno was also committed to protecting and accommodating non-Muslim minority communities as equal members of the nation he was about to build, which is evident in the following statement:

As I repeatedly said, I am not prohibiting any person from propagating his ideology.
But, remember, absolute unity, absolute unity, absolute unity, put the emphasis on
unity. Do not throw it into jeopardy. I am thinking of the Christians, the Christians
group. Not one, not three, nor a hundred, but thousands of Christians died in the
struggle to defend freedom… Should we not value their sacrifices, too? Their hope
is to be with all of us members of a united and free Indonesian people. 
Do not use the term “minorities,” no! The Christians do not want
to be called a minority (Feith and Castles 1970, 169).

Jika sebegitu kuatnya keinginan Sukarno dalam mereduksi perbedaan pada tataran keagamaan, kemudian kapan realitas yang terjadi sekarang benar-benar dimulai dan apa pemicunya, meskipun di awal kemerdekaan, Sukarno juga sudah mendapat tantangan dari beberapa Islamis? dari sejarah yang umum di masyarakat kita bahwa Islam masuk ke Indonesia dengan cara damai, misalnya melalui jalur perdagangan, dan juga kebudayaan seperti yang ditempuh oleh Walisongo. jika demikian damainya Islam saat pertama kali masuk ke Indonesia, kenapa berubah menjadi arrogant saat sudah mayoritas. kalau di India kan memang penaklukan oleh Dinasti Umayyah jadi agak dimaklumi jika konflik horizontal atas nama agama di India berlangsung sampai sekarang.
Tidak bisa dinafikan bahwa beberapa tahun belakang, politik identitas di negeri ini terutama yang mengatasnamakan Islam, sudah mendominasi segala aspek, dan yang lebih parahnya adalah ada beberapa politisi yang akhirnya melihat Identitas Islam sebagai sebuah senjata paling ampuh untuk mengejar kekuasaan. akhirnya konflik horizontal sudah menjadi lazim di tengah Masyarakat kita yang pada akhirnya Masyarakat yang berkonflik meyakini mereka membela agamanya sedangkan pada kenyataannya, mereka sedang dalam pengaruh racun politisi.***

Democratic Consolidation and Declining Religious Freedom and Pluralism

According to the Setara institute, a respected Jakarta-based prodemocracy human rights organization, the incidence of assaults and harassments against minority communities based on religious affiliation, belief, or religious practice has increased dramatically since the mid-2000s and persists today. In other cases, hardline groups employ violence and intimidation to force Christian communities to close their houses of worships or discontinue religious activities. Although those incidents are concentrated in several provinces such as West Java, South Sulawesi and East Java, a national survey
conducted by the Center for Strategic and International Studies (CSIS) confirms that intolerant and discriminatory attitudes among the public, both Muslim majority and non- Muslim minority, in relations to other religious communities have become common across the country (The Center for Strategic and International Studies 2012 ).

Plural Society without Religious Pluralism: Malaysia’s Muslim Dominant Nation- Building

Friday, April 10, 2020

Debat Paradigma dalam Hubungan Internasional

A. Idealism vs Realism


The first debate emerged after WW I brought up by the liberals who reveals that war is not the only way to solve the problems at that time. in addition, the impact caused by the war also affects the economy of the country concerned in the war had become unmanageable. then the estabishment of the league of nations by Woodrow Wilson in one of the plans that aim to create world peace and order were then not able to surviveto quell the turmoil of conflict in Europe that ultimately led to WW II.

it was later criticized by realist that in view on the comprehensive an in-depth against liberalism is of EH Carr, he argues that the are conflicts of interest in both  between countries and between communities so that international relations is essentially about the struggle between the conflicting interests (Jackson & Sorensen, 1999,54)

Realist perspective that puts the country on the composition oh the top hierachy where there is no power and other higher institution of the country resulted in a country have an absolute right to pursue and defend its nationtal interests. such as Thomas Hobbes's statement that the views of these countries seen as essential to the lives of its citizens without state guarantees the tools and conditions that promote the safety and well being, human life becomes restricted (Hobbes, 1946, 82)

That certainly is contrary to the views of liberals. and at the end of the realist out as winners in the first debate because the views are considered more objective and realistic


Traditionalism vs Behavioralism

The second debate occured at the time of the Cold War  where the constellation of the international system centered on two major countries who became the winner of the WW II, namely the united states and the Soviet Union. both countries wanted methods to study the most effective policies in maintaining the rivalry interaction. then, the focuses to the issue of the methodology used in attempt to achieve their national interests are traditionalism and positivism

Traditionalism is more directed to the study of international relations as a social science approach which can be done through an understanding of the history and practice of diplomacy, history and the role of International Law. political theory in sovereign state (Jackson & Sorensen, 1999, 61).

This is where the debate because the basic idea is very contradictory. and from each of those views no winner. but the positivism bring significant contribution to the development of IR studies to date because the use data quite significant research results

Realism vs Pluralism vs Structuralism

Realism, liberalism, and marcism together considered to be inolbed in a interparadigm debate in the 1980s, with realism became the dominant perspective among the three.

Michael Banks (19850 formulate this debate by using a number of models. burton concluded that this debate occured between realism, the state-centered or state-centric approach (billiard Ball model). and pluralism. a network of transnational and transgovermental numerous actors and processes (Cobweb Model) then added by him, there was structuralism, multi-headed octopus model which consists of powerful tentacles constantly sucking wealth from the weakened peripheries towards the powerful centers (Guzzini 1998) all three argue about the primariy actors, dynamics, dependent variables and the scope of the study of international relations according to their own philosophical and theoretical standing. somehow, the are incommensurable because many features of each school were not shared by each other

Positivism vs Post-Modernism

Great debate going on positivism and postmodernism was the fourth major debate that occurred in the 1990s where the constellation of international system in that period entered the post-cold war era and an important period in which the study of international relations experiencing rapid development. so that the debate was happening at that time bring together the traditions that have been established with alternative appoarch, also known as post-postivist

post-positivist itself is understood that broad that include the views of different methodological, which consists of critical theory, post-modernism, costructivism, and a normative theory (Jackson & Sorensen 1999, 299) that each of these approaches try to critize approaches which has been established in the past. the debate between positivism and postmodernism itself came to light after the encouragement and skepticims of the psotmodernists towads positivism about an objective truth in science.

the main thing, a contentious issue, between the two perspectives is due to different views and interpretations about whether there is an objective truth that applies universally in science. positivists are considered to have had an established method laims that objective truth can be obtained through scientific procedure that have been made that can ultimately find and objective  truth. on the other hand the postmodernists appear to provide resistance to the positivists and tried to explain that there is no absolute truth in science, especially social science whose primary object is a human being, whereas everything related to humans is subjective and not objective as stated by positivists.

there is no denying that fat postomoderni approach has been widely attacked by mainstream groups as too theoretical and not give attention to the real world. in response, the postmodenists replied that there is no so-called real world because man himself will not be able to interpet every reality (Smith, 1997, 242)

Sumber: App Playstore Theories & Debates

Buku 2026 (2)

Buku kedua yang saya lumat selama seharian di Januari 2026 adalah buku perjalanan spiritual Mohammad Zaim. Buku tentang perjalanan panjang t...