Monday, April 6, 2020

Filsafat Ilmu Pengetahuan

Filsafat ilmu Pengetahuan adalah suatu kajian Filsafat mengenai dasar-dasar Ilmu Pengetahuan sebagai ranah kajian. pengetahuan berbeda dari informasi dan data. sekalipun data merupakan unit dasar dari pengetahuan. memiliki data belum tentu memiliki pengetahuan. ketika kita berhasil membangun antar data maka kita peroleh informasi, misalnya ada objek X (suatu data) dan objek X berelasi dengan Y di lokasi Z, itu disebut informasi. Informasi adalah keterhubungan antar data atau himpunan data-data yang berelasi. memiliki informasi saja belum tentu memiliki pengetahuan. untuk memperoleh pengetahuan, kita harus memperoleh informasi itu dengan membangun penjelasan tentangnya. informasi apa yang menjadi dasar dari informasi yang mana. itulah kemudian menjadi dasar untuk menjelaskan gejala yang ada. dari situ kita bicara pengetahuan. ketika pengetahuan telah berhasil diolah lebih lanjut dengan melihat keterkaitan dengan pengetahuan yang lain dan didasarkan pada fakta dan dibangun oleh suatu teori yang tervalidasi oleh fakta maka kita bicara ilmu pengetahuan. ada suatu hirearki antara data, informasi, pengetahuan dan ilmu pengetahuan. tahu tentang X belum berarti memiliki sains tentang X. kalau kajian filosif tentang pengetahuan itu disebut Epistemologi maka kajian filosofis tentang Ilmu pengetahuan disebut filsafat Ilmu pengetahuan.

Sains atau ilmu pengetahuan merupakan produk sejarah yang tidak terlalu lama. Sains muncul pertama kali akhir masa renaisans yaitu ketika pengaruh filsafat dokmatik abad pertengahan sudah luntur dan usaha untuk mencari tahu kenyataan di sekitar kita berdasarkan observasi Empiris sedang naik daun. berbeda dengan pengetahuan yang dikonsolidasikan dari zaman klasik Yunani sampai abad Pertengahan, Ilmu pengetahuan pada era renaisans dan awal modern memilik ciri unik. sebagai istilah tentang tentu saja Sains sudah dikenal jauh sebelum masa Renaisans. pada masa Yunani kuno dan abad pertengahan, bentuk-bentuk yang menyerupai Sains biasanya dipraktekkan dalam bentuk spekulatif. spekulatif di sini dalam arti penalaran kita atas Alam dilakukan sepenuhnya secara rasional, teoritis dan tidak mendasarkan diri pada fakta-fakta yang disediakan oleh observasi atau penyerapan indrawi kita terhadap alam. argumen lebih diutamakan daripada data Empiris karena hal ini didasari oleh pandangan/asumsi metafisis bahwa dibalik segala macam yang selalu bergerak, ada sesuatu yang tetap dan pencerapan terhadap alam semesata yag berubah-ubah tidak akan membawa kita kemana-mana kecuali kita mendasarinya pada intuisi rasional tentang alam yang tidak berubah yaitu alam kodrat. pengetahuan yang dihargai masa Yunani kuno dan abad Pertengahan yaitu pengetahuan yang sifatnya teoritis. 

Hal ini berubah sekitar akhir abad 16 yakni ketika Ilmuwan alam masa itu mulai menggali data dari pengalaman indrawi, data Empiris melalui percobaan. eksperimen Galileo Galilei misalnya, dia melakukan sebuah eksperimen naik ke menara Piza dan menjatuhkan dua objek yang massanya berbeda. yang satu lebih berat dari lain. hasilnya mencengangkan semua orang yang ada di tempat itu. dua benda yang massa berbeda, jatuh pada waktu yang sama. temuan ini bersifat kontraintuitif karena dari intuisi sehari-hari banyak orang, benda yang beratnya lebih besar tentunya jatuh lebih cepat. eksperimen Galilei itu membuktikan intuisi orang banyak salah.

Di sini kita melihat kekhasan Sains. tidak dibangun atas intuisi rasional semata tetapi dikonfirmasi secara Empiris di lapangan. jika teori menyatakan A sementara temuan Empiris menyatakan B maka teori yang direvisi sehingga bisa menjelaskan mengapa temuan Empiris menyatakan B bukan sebaliknya. tetapi tidak semua Ilmu pengetahuan bercorak Empiris ada juga Ilmu pengetahuan seperti matematika yang sama sekali tidak memiliki dasar pada gejala Empiris alam di sekitar kita. Ilmu seperti matematika tidak bisa selalu dituntut memiliki bukti pada ranah Empiris. sifat non-Empiris matematika inilah yang membuatnya digolongkan dalam rumpun Ilmu formal. logika adalah juga bagian dari rumpun tersebut, dia bersifat formal seperti matematika.

Pada abad 20, rumpun Ilmu formal dan yang sifatnya Empiris dipersatukan oleh apa yang dikenal sebagai pendekatan Positivisme logis. Positivime adalah suatu gerakan pemikiran yang muncul pada pemikiran Auguste Comte abad 19 yang menolak segala bentuk spekulasi teoritis yang tidak didasari oleh bukti-bukti Empiris. orang seperti Auguste comte mencetuskan reformasi Ilmu pengetahuan sehingga semua bisa dibasiskan pada kaidah-kaidah Ilmu alam. Positivisme logis tidak didasari oleh pemikiran Postivistik Auguste comte berbeda dari anggapan orang selama ini. ia berangkat dari Positivisme yg muncul di akhir abad 19 awal abad 20 yaitu pemikiran Ernest Mach.

Ernest Mach mencetuskan Postivisme modern yang tidak lagi dibasiskan pada asumsi2 auguste comte. menurut Mach, sesuatu ilmiah sejauh sesuatu itu memiliki dasar pada pembuktian Empiris yang sifatnya langsung bisa diobservasi. Positivisme Mach bukan soal bagaimana masyarakat dikelolah secara ilmiah seperti dalam bayangan Comte. Postivisme Mach adalah bagaimana status ilmiah dari suatu teori bisa dijamin. Mach menunjukkan bahwa segala klaim Ilmu tentang entitas teoritis seperti elektron harus bisa dibasiskan pada klaim yang sifatnya teramati. kalau klaim tentang entitas teoritis tidak bisa dibasiskan pada pernyataan yang merujuk pada gejala yang teramati maka klaim itu dinyatakan tidak berlaku. selain Positisme Mach, Positivisme logis juga menimba inspirasi dari Ilmu logika modern yang muncul pada peralihan abad 20. berasal dari karya Gottlob Frege yang menunjukkan logika Aristotalian yg dipejari selama berabad-abad tidak memadai untuk merumuskan perkembangan Ilmu terkini. perhatian Frege pada matematika yaitu bagaimana matematika bisa dirumuskan secara ketat, rapi dan deduktif. dengan memadukan pemikiran Positisme Mach dan tradisi logika modern Frege kemudian seperti rudolf Carnap mencetuskan konsepsi baru tentang Sains. Carnap salah seorang tokoh penting dalam gerakan Positivisme Logis atau dikenal sebagai Lingkaran Wina.

Lingkaran Wina adalah bagian dari suatu kelompok intektual yang muncul di Austria sekitar dekade 1920an 30an yang percaya bahwa semua Ilmu pengetahuan pada dasarnya satu dan bisa disatukan dan dikenal sebagai Sains terpadu (Unified Science). dalam Lingkaran Wina terdapat dua konsep terkait Sains terpadu. pertama konsep yang diusulkan Otto Neurath. Otto percaya bahwa semua bahasa ilmu bisa disatukan. Sains terpadu pada dasrnya adalah Sains dengan bahasa yang terpadu. dengan demikian dalam pandangan Otto Neura Sains tetap ada banyak, Fisika, Biologi, Ilmu Sosial dst. yang membuat terpadu adalah bahasanya. suatu pernyataan sosiologi bisa dirumuskan ulang dalam bahasa kimia. pernyataan kimia bisa dirumuskan ulang dalam bahasa fisika, dst.

berbeda dengan itu, ada pula 1 konsepsi  tentang sains terpadu yang lebih keras sifatnya yang berasal dari rudolf. dia percaya bahwa sains terpadu bukan hanya tentang penyatuan suatu bahasa tetapi lebih jauh lagi adalah penyatuan ilmu itu sendiri. bagai carnap, hanya ada 1 ilmu di dunia yaitu fisika. semua Ilmu lain bisa dirumuskan ke dalam Fisika. dengan demikian yang dipersatukan bukan hanya bahasa tetapi juga Ilmu dengan kata lain kenyataan. hanya ada satu kenyataan yaitu kenyataan Fisika yang kemudian tercermin dalan berbagai tingkat dalam realitas Biologi, Kimia Manusia dst. visi tentang Sains terpadu diwujudkan dalam teori tentang reduksi ilmu-ilmu ke dalam ilmu dasar yaitu ilmu Fisika. dalam teorinya, pernyataan ilmu-ilmu seperti misalnya Ekonomi atau Antropologis bisa direduksi kedalam pernyataan-pernyataan Fisika. reduksi ini dilakukan dengan membahasakan ulang pernyataan ulang dari ilmu-ilmu sosial ke dalam pernyataan-pernyataan yang sifatnya formal. pernyataan formal itulah yang dirumuskan ulang menjadi pernyataan tentang ilmu-ilmu alam atau ilmu-ilmu dasar seperti misalnya Fisika. di situ dia menggunakan segala macam aparatus logika modern yang ditemukan Frege yang dikembangkan Bertrand Russell.

Pada akhirnya pernyataan Fisika pun sebagai pernyataan paling dasar direduksi ke dalam suatu yang disebut kalimat observasional atau kalimat Protokol (Protocol Sentence). Protocol Sentence ini adalah suatu sederhana pernyataan sederhana yang menyatakan bahwa objek X teramati si subjek Y pada waktu dan tempat Z dst. seluruh kalimat dalam Ilmu pengetahuan menurut Carnap harus bisa direduksi sejenis itu. bagaimana dengan pernyataan Sains yang tidak bisa direduksi ke dalam Fisis sepert itu, misalnya pernyataan puisi atau kondisi psikologis manusia. bagaimana jika tidak bisa dirumuskan dalam bahasa Fisika. Carnap menyimpulkan bahwa pernyataan/kalimat yang tidak bisa dirumuskan ke dalam Fisika merupakan Pseudo statement. pernyataan semua Pseudo statement kemudian dia kelompok dalam rumpun Metafisika, artinya segala macam yang tidak saintifik/ilmiah itu dikelompokkan kesana. tugas filsat Ilmu menutur Carnap adalah membangun demarkasi antara Sains dengan Metafisika. apa yang Metafisis tidak diizinkan masuk ke dalam ranah ilmu-ilmu. dalam bentuk populernya, Lingkaran Wina/Positivisme Logis biasa diungkapkan ke dalam sebuah prinsip yng disebut prinsip verifikasi, artinya suatu teori harus dapat diverifikasi berdasarkan fakta Empiris.

Pada dekade 40an, Karl Popper mengkritik prinsip verifikasi. menurut Popper apa yang membuat suatu teori menjadi ilmiah bukan karena dia bisa diverifikasi tetapi harus bisa difalsifikasi. Sebuah teori yang tidak bisa dinyatakan kesalahannya, yang kebal dari segala bentuk kesalahan, yang tidak bisa dibuktikan bahwa pernyataan atau teori  itu salah, teori itu menurut Popper tidak ilmiah. kritik terhadap Positivisme Logis lainnya diajukan oleh para Filsuf pada dekade 70an dan 80an. misalnya dalam pemikiran yang kemudian berkembang sebagai Realisme Struktural. Positivisme Logis dianggap membatasi klaim keilmuan pada semua gejala teramati sambil tidak menjelaskan akar dari gejala ayng teramati itu. akar dari gejala yang tidak teramati itu adalah suatu yang bersifat Stuktural. suatu yang inheren dalam alam atau dalam kenyataan tanpa selalu muncul dalam penglihatan Empiris kita. Struktur ini bersifat disposisional atau kata lain memotret kecenderungan dari sesuatu. kecenderungan itu tidak selalu harus aktual karena namanya kecenderungan tentu saja bisa laten, bisa inheren tanpa pernah mengaktualisasikan diri, tetapi kecenderungan itu tetap ada. contohnya kecenderungan benda pecah ketika terhantam oleh benda yang lebih keras. Realisme Struktural semacam ini muncul dalam pemikiran filsuf seperti Rom Harre atau Roy Bhaskar. 

Sekitar pertengahan abad 20, muncul tendensi baru dalam filsafat Ilmu pengetahuan. apabila orang seperti Rudolf Carnap mencoba melakukan rekonstruksi logis atas ilmu-ilmu, orang seperti Thomas kuhn misalnya menocba melakukan suatu rekonstruksi historis terhadap ilmu-ilmu. kecenderungan baru ini mewujud dalam pemikiran orang seperti Kuhn ini yaitu usaha untuk membaca kembali sejarah ilmu untuk melihat pergeseran yang terjadi. Kuhn memilah antara Sains normal dan Sains revolusioner. Sains normal adalah kondisi Sains ketika segala sesuatunya dianggap sudah mapan, sudah menjadi arus utama. teori-teori dianggap sudah berlaku untuk domain kenyataan yang mau diperiksanya, berbagai macam hukum dinyatakan berlaku dst. yang terjadi dalam Sains normal adalah konsolidasi lanjut dari kemapanan itu, misalnya dengan penerapan teori dan pembuktian bahwa teori itu bisa diberlakukan untuk kenyataan yang berlalu untuk gejala yang lebih luar.

Sains revolusioner adalah Sains dalam kondisi ketika masih dalam mencari bentuk yaitu ada sesuatu atau anomali yang tidak terjelaskan oleh Sains normal yang kemudian menghasilkan hipotesis baru yang pada akhirnya mendorong agenda penelitian baru, teori baru, hukum-hukum baru dst. kondisi revolusioner Sains ini pada akhirnya akan menjadi mapan perlahan-lahan dan kemudian kembali menjadi Sains normal yang baru. kajian yang sifatnya sejarah pemikiran atas Ilmu pengetahuan ini juga dilakukan oleh Imre Lakatos. berkaitan dengan pendekatan sejarah ilmu itu, berkembang pula suat pendekatan Sosiologi ilmu atau pendekatan yang melihat ilmu lebih dari segi praktek sosial. pendekatan yang berkembang sekitar dekade 80an kemudian mengerucut pada suatu posisi yang disebut sebagai anti Realisme. anti Realisme adalah pandangan bahwa klaim ilmu tentang kenyataan bukanlah sebetulnya tentang kenyataan tetapi klaim yang sifatnya sosiologis semata yang menunjukkan kepercayaan dari komunitas ilmuwan. pandangan ini misalnya dirumuskan oleh seorang filsuf ilmu pengetahuan bernama Bruno Latour dari Prancis. 

Pengetahuan adalah informasi terstruktur oleh penjelasan.

Sunday, March 22, 2020

Diplomasi in ASEAN

Mata kuliah ini diajarkan oleh Pak Anton. diinstruksikan melakukan Reviu dua tulisan dengan penekanan sebagai berikut:

  • Artikel tentang apa?
  • central argumennya apa?
  • Metodenya seperti apa, hasilnya bagaimana dan kesimpulannya apa?
  • Similiarity and Differences?
  • Your stand point?
A. Indonesia's Role in Asean: the end of Leadership? 
     (dimuat dalam Contemporary Southeast Asia, Volume 21, August 1999)
     By. Anthony Smith

Beberapa poin dalam tulisan ini antara lain:
  • Krisis politik dan ekonomi di Indonesia tahum 1998 berdampak pada kemampuan negara ini menjalankan hubungan internasional termasuk dengan Asia Tenggara dan berpartisipasi dalam Asean padahal sebelumnya Indonesia bertindak sebagai Leader Asean.
  • Pertanyaan yang diajukan oleh Penulis untuk memprediksi peran Indonesia di Asean pada masa yang akan datang yaitu Will Indonesia continue to enforce "non-interference" in the post-Suharto era? Will the Habibie administration favour thailand's proposed "flexsibel engagement" whereby comments on member states internal affair becomes permissible? Will Asean flag in its ability to undertake political and economic initiatives now that indonesia's foreign affair capability is significantly reduced? have recent events in southeast asia strained bilateral relations between indonesia and its neighbours to the extent that Asean will now become less cohesive?
  • Most crucial of all, and a question that nobody can answer, is the future stability of Indonesia as a state given its importance to the southeast asia region?

B. Role of Indonesia in the Evolution of Asean
     By. Annamarie Artner

Friday, March 20, 2020

Islam: Sunnis and Shiites

Materi E-learning untuk mata kuliah Islam, Diplomasi dan Politik Internasional yang diampu oleh Bpk Very Aziz.
Process Elearning at Paramadina University conducting in order to anticipate the Covid19's outbreak.

Islam: Sunnis and Shiites
By. Christopher M. Blanchard

  • Mayoritas Muslim ikut mazhab Sunni sedangkan sekitar 10-15% memilih menjadi Shia yang mayoritas tersebar di Iraq, Iran, Bahrain dan Azerbaijan.
  • Sejarah perdebatan Sunni dan Shia berakar pada saat suksesi kepemimpinan pasca mangkatnya Rasulullah Saw. perdebatan seputar siapa yang berkualitas, lebih saleh menggantikan Rasulullah Saw. 
  • Ada sebagian yang menolak Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Usman bin Affan yang kemudian dikenal dengan kelompok Shia. Shia berasal dari kata pendukung atau pembantu Ali bin Abi Thalib.
  • Kelompok yang lain melegitimasi khalifah dan menolak suksesi politik berdasarkan keturunan (garis darah), kelompok ini yang kemudian menjadi mayoritas yang dikenal sebagai Sunni (Sunnah) pengikut Nabi. secara teori, kelompok ini percaya bahwa kepemimpinan harus dipilih melalui konsensus dan dalam sejarah perkembangannya, Sunni tidak pernah menjalankan secara konsisten konsep ini.
  • Sistem kekhalifaan dihapuskan oleh Presiden pertama Turki, Mustafa Kemal Attaruk pada tahun 1924
  • the 9/11 Commission’s final report suggests that Sunni Al Qaeda operatives received training in Shiite-ruled Iran and in Lebanon’s Bekaa Valley, a regional base for the Shiite terrorist group Hizballah. sebuah fakta (must be clarified) yang mencengangkan mengingat pada akar rumput, kedua kelompok ini hampir mustahil disatukan dalam isu apapun bahkan isu Palestina sekalipun. mereka seringkali saling menuduh dan saling curiga.
  • Although there are considerable differences between Sunni and Shiite Islam, the two Islamic sects share common traditions, beliefs, and doctrines. All Muslims believe that the Prophet Muhammad was the messenger of Allah (the Arabic word for God). Bukannya ada beberapa sekte di kelompok Shia yang menganggap bahwa Ali bin Abi Thalib adalah Nabi???
  • all Muslims are expected to live in accordance with the five pillars of Islam: (1) shahada — recital of the creed "There is no God but Allah, and Muhammad is His Prophet"; (2) salat — five obligatory prayers in a day; (3) zakat —giving alms to the poor; (4) sawm — fasting from sunrise to sunset during the month of Ramadan; and (5) hajj — making a pilgrimage to Mecca once during a lifetime if one is physically and financially able. bukankah rukun Islam Shia yaitu 1. Shalat, 2. Zakat, 3. Puasa, 4. Haji, 5. Imamah???
  • Shia sangat mengagungkan pertalian darah yang bersambungan dengan Nabi yang kemudian dipuja/dihormati sedangkan Sunni lebih fleksibel, siapapun bisa jadi pemimpin religi/imam
  • Mayoritas Shia sepakat bahwa Ali bin Abi Thalib adalah Imam pertama yang sah namun tidak bersepakat siapa penggantinya. Sekte Ismailiyah yang merupakan kedua terbesar, mengakui 7 Imam dan imam ketujuh adalah Ismail. 
Notes:
Bold = Pendapat saya


Monday, March 9, 2020

Modernisme dan Post Modernisme

Abad Pertengahan - Modernisme/Pencerahan/Post Modernisme
Perkembangan nalar kefilsafatan; dari abad pertengahan ke Modern
  • Transisi dari supernaturalisme ke Deisme/Sekularisme/Atheisme
  • Transisi dari Supernaturalisme-dualistis ke Materialisme Atheis
  • Melahirkan
  1. Determinisme
  2. Sainistme
  3. Positivisme
Ciri Modern biasanya:
  1. Dualistik. yang kemudian akan dikritik oleh Derrida dkk. Mode dualistik selalu hitam putih. hal paling jelas di Modernisme adalah ilmiah dan tidak ilmiah. ilmiah itu yang pakai akal dan empiris sedangkan yang non-ilmiah itu yang metafisika.
  2. Futuristik. Generalisasi-generalisasi yang berlebihan. seolah yang sekarang ini bagus 10 tahun ke depan tetap bagus. ciri nalarnya lebih suka kontrak/perjanjian daripada kepercayaan. apa-apa dicatat. Lebih suka fakta daripada nilai. fakta selalu parsial. lebih suka obyektifitas daripada subjektifitas.

Sumber: Ust. Fahruddin Faiz

Tuesday, February 18, 2020

Pengetahuan Dasar

Empirisme secara sederhana diartikan sebagai pengalaman dari pengetahuan manusia melalui pembuktian panca indera. semua yang bisa diindrawi adalah empirik. Rasional sendiri memakai alat akal dan lebih tinggi derajatnya dari empirik. contoh ketika berjalan di aspal dengan matahari yang sangat terik, indra (mata) kita melihat jauh di depan ada genangan air sedangkan rasio (akal) mengatakan bahwa itu bukan air tapi semacam fatamorgana. pada saat sampai di situ, ternyata benar bukan genangan air. itu salah satu kalahnya pembuktian empirik daripada akal. 


Sumber pengetahuan kita antara lain Rasionalisme, Empirisme dan Positivism.

Filsafat modern dimulai oleh Rene Descartes (Cogito ergo sum). doi dikenal sebagai bapak filsafat modern. ciri antroposentris dan pemikiran modern bahwa kesadaran manusia yang menentukan mengenai dunia, masyarakat, alam dan diri sendiri. kemudian diikuti tokoh rasionalisme Spinosa, Pascal.

Setelah aliran Rasionalisme berkembang muncul lagi Empirisme modern di Eropa seperti John Locke, David Hume, Berkeley. 

Kedua aliran tersebut didamaikan atau disintesiskan oleh Immanuel Kant yang terkenal dengan pandangannya kritik atas rasio murni, kritik atas rasio praktis dan kritik atas nilai penilaian. pasca Kant muncul lagi Idealisme yang berpandangan bahwa bukan hanya pandangan manusia yang utama melainkan realitas atau seluruh kenyataan. spritual bukan benda. tokohnya seperti Hegel.

Setelah Idealisme muncul lagi Materialisme dengan tokoh Feurbach dengan kritik atas agama dengan teori proyeksi, kemudian Karl Marx dengan bukunya Das Kapital. realitas akhir bukan roh melainkan materi.

Filsafat modern bergerak terus seperti idealisme dan materialsme di abad 19, rasionalsme dan empirisme di abad 17. di abad 18 terdapat jaman pencerahan. di situ berkembang banyak aliran, tokoh atau buku yang sangat optimis atas akal budi manusia.


Abad 19, kita menemukan tokoh lain di Prancis yaitu positivisme sebagai sebuah aliran dengan tokoh Auguste Comte. Positivisme agak mirip dengan Empirisme namun lebih radikal karena memandang bahwa pengetahuan manusia bersumber pada observasi dan observasi pada fakta dan fakta lebih sempir dari pengalaman yang diambil dari dasar empirisme.

Setelah Posivisme kita temukan eksistesialisme dengan tokoh soren k. 

Jika orang berfikir bahwa barat sekuler sedikit banyak disumbang oleh filsafat modern. filsafat modern ditutup oleh Nietsche kemudian masuk ke filsafat kontemporer.


Sumber:1. ust Fahruddin F
              2. https://www.youtube.com/watch?v=BHRMIZyfnCg

Thursday, January 30, 2020

Jean Jacques Rousseau - Romantisisme #2

Ngaji Filsafat oleh Ust. Fahruddin Faiz
Sumber: Youtube MJS Channel

Rousseau bapaknya tukang arloji. ibunya bangsawan dan meninggal setelah dia dilahirkan. bapaknya sejak kecil sudah hidup menderita. Rousseau seorang introvert tetapi agak narsis, suka menyendiri bahkan sedikit kelainan seksual. keahliannya yang paling tinggi adalah menulis. dia menjadi terkenal karena tulisannya yang beberapa kali juara lomba nulis.mendramatisasi hidupnya sendiri yang kemudian ditulis. 

jargon Rousseau yang terkenal  
"segalanya baik ketika keluar dari tangan pencipta tetapi segalanya memburuk di tangan manusia."
"manusia dilahirkan bebas, tetapi dimanapun manusia terbelenggu sadar atau tidak. oleh konsepmu, nilai yang kamu anggap benar, aturan di masyarakat dan sebagainya."

Kritik Rousseau terhadap manusia modern:
  • manusia abad pencerahan sudah mengubah dirinya menjadi manusia rasional 
  • faktor-faktor non materiil berupa perasaan dan emosi mengalami pengikatan yang berakibat manusia seolah-olah hanya bergerak menurut rasionalnya saja 
  • abad pencerahan adalah abad pesimisme total. pemikir-pemikir pencerahan, perkembangan teknologi dan sains menyebabkan dekadensi moral dan budaya akibatnya  manusia menjadi rakus dan tamak sehingga terjadi kerusakan dan penghancuran besar-besaran bagi keberlangsungan manusia baik itu alam maupun manusianya sendiri 
  • kemajuan ilmu pengetahuan dan kesenian hanya menghasilkan ketidaksungguhan, kemunafikan, kecongkakan dan kesombongan untuk umat manusia yang semula kodratnya baik bila ingin selamat hanya ada satu jalan BACK TO NATURE 
  • oleh sebab itu manusia seharusnya kembali pada kehidupannya yang alamiah yang memiliki emosi dan perasaan untuk mencegah dan terhindar dari kehancuran total.
Transisi dari supranaturalisme ke deisme/sekularisme/atheisme/materialisme 
melahirkan: Determinisme, Saintisme, Positivisme, Rasional Instrumental
Deisme = Tuhan seperti tukang jam
Sekularisme = percaya Tuhan tetapi dipisahkan dari kehidupan
Rasionalisme Instrumental = akal hanya digunakan menjustifikasi kepentingan manusia di dunia. rasionalitas instrumental dikritik oleh Habermas dengan konsep tandingannya rasionalitas komunikasi.

Rousseu sezaman dengan Thomas Hobbes dan John Locke. ketiganya berbicara tentang hakekat manusia.

Rousseau berpendapat bahwa hakekat asli manusia adalah damai, lurus, baik makanya jika ada masalah, solusinya kembali ke yang alami. buang semua topengmu, labelmu, dan semua kepalsuan. apapun identitas yang kau pakai, hakekat dasarmu adalah manusia. hari ini terbalik. namun masyarakat yang merusak manusia.

Thomas Hobbes, aslinya manusia jahat, manusia adalah serigala bagi manusia lainnya. ingin menang sendiri, ingin sukses sendiri dan semua kepentingan untuk dirinya sendiri. tidak ada orang yang tidak egois.

Nalar hak milik, milikku adalah milikku, milikmu adalah milikmu tetapi jika bisa, milikmu jadi milikku

Ide-ide Rousseau:
  • Dalam keadaan asli, manusia hidup damai dan tidak dihalangi oleh konvensi-konvensi yang sesat.
  • manusia mengembara keluar masuk rimba, tanpa industri, tanpa bahasa, tanpa rumah, tanpa keinginan untuk menyakiri makhluk-makhluk lain, dan berkedudukan sama diantara mereka
Sejarah perkembangan Manusia:
  • pergeseran dari kondisi alami menuju "kondisi beradab" (civil society) ditentukan oleh 2 karakter utama manusia; kehendak bebas (free will) dan kemampuan meningkatkan diri (self-improvement) kedua ciri khas tersebut menginginkan manusia (savage man) untuk berkembang (secara intelegensi). perkembangan ini akan menghasilkan kerjasama, berbagai kemudahan dan waktu senggang (leisure time)
  • selanjutnya muncul gagasan untuk menciptakan barang/jasa "mewah" (luxury) yang pada sisi lebih menitikberatkan  "selera" (taste) ketimbang fungsi, namun di sisi lain, juga telah melahirkan apa yang disebut Rousseau sebagai corrupted needs (kebutuhan bobrok) karena lewat corrupted needs itu telah tercipta hasrat pada kekuasaan untuk diperbandingkan antara satu dengan lain justru melahirkan kompetisi dan potensi perang
  • pada posisi seperti itu, maka para "Dominator" (pemenang kompetisi) bersatu dan mulai melembagakan hukum/aturan dan pemerintahan. itulah dinamakan civil society. (yang menyiratkan sudah terjadinya sebuah tata negara) namun  "peradaban" itu sebenarnya juga dipakai untuk menjamin keamanan situasi mereka sendiri (status quo)

General Will
  • kita tidak bisa kembali kepada kondisi alam kita, oleh karena itu kita harus mereformasi sistem hidup kita
  • agar seorang selamat dari kerusakan sosial, dan mendapatkan kehidupan kemasyarakatan yang stabil, mereka harus menyepakati satu "Social Contract"
  • kontrak yang dilakukan ini harus didasarkan pada Genewal Will (kehendak Umum)
  • kehendak umum berbeda dengan "kehendak semua orang" yang dimaksud dengan kehendak semua orang adalah kehendak sebagai hasil keputusan suara terbanyak yang belum tentu mencerminkan kehendak umum. kehendak umum adalah kehendak yang ditujukan kepada kepentingan umum. kehendak umum dapat menjadi kekuatan yang memaksa karena adanya perjanjian kemasyarakatan (social contract)
  • didalam perjanjian kemasyarakatan, orang meninggalkan kehendak dan kepentingan pribadi sendiri serta hak-haknya. dan orang-orang yang membuat perjanjian menyerahkan hak-hak sepenuhnya kepada masyarakat.
  • kekuasaan yang menetapkan UU di dalam negara dibentuk dari penguasa dan rakyat yang mewakili kehendak umum. ia tidak menghendaki adanya perwakilah rakyat atau parlemen karena kehendak parlemen tidak mengungkapkan kehendak umum sebab kehendak itu adalah keputusan suara terbanyak dan hal itu lebih kepada kehendak semua orang. (pandangan ini hanya dapat diterapkan pada negara2 kecil)
  • di samping kekuasaan yang menetapkan UU masih ada kekuasaan lain yaitu kekuasaan yang melaksanakan UU yaitu pemerintah untuk menghubungkan kehendak umum dan perorangan yang menerapkan UU. sedangkan pemegang kekuasaan itu mendapat kuasanya dari rakyat sehingga rakyat dapat menggantinya sesuai kehendaknya.
Prinsip-prinsip General Will
  1. tidak ada manusia yang punya otoritas alami di atas yang lain maka dasar otoritas harus ditemukan dalam konvensi sosial (Prinsip Equality)
  2. self-preservation harus menjadi pertimbangan utama dalam general will
  3. ideal paling penting dari kontrak sosial adalah menemukan keseimbangan antara kesatuan masyarakat secara keseluruhan sekaligus menjaga individualitas setiap orang, sehingga mereka masih bisa mengaktualkan kebebasannya
  4. genewal will harus disepakati dan memberikan keuntungan kepada semua bagian masyarakat. 

Artifisialitas Kebudayaan
  •  Rousseau berpendapat bahwa pikiran yang tampil dalam kebudayaan yaitu: seni, sastra, ilmu pengetahuan hanyalah bunga-bunga yang membuat manusia mencintai situasi perbudakannya
  • segala betuk tata krama hanyalah selubung untuk tingkah laku yang sia-sia yang mencegah persahabatan sejati dan membuat kita tidak lagi percaya kepada sesama kita
  • segala bentuk seni dan ilmu pengetahuan lahir dari kejahatan-kejahatan kita, maka cenderung pada kejahatan. astronomi lahir dari takhayul, geometri lahir dari ketamakan, fisika lahir dari kemalasan, seni debat dari ambisi dan etika dari kesombongan.

Rousseau: the fall from grace out of the state of nature

Berbuatlah sebaliknya dari yang menjadi kebiasaan sekarang ini dan hampir selalu anda akan bertindak dengan tepat. 
kalau ada sesuatu yang populer, maka cari jalan yang sebaliknya misalnya jika semua orang suka facebook maka carinya sosmed lain untukmu (contoh saja)

Wednesday, January 15, 2020

Paul K. Feyerabend - Anarkisme Epistemologis

Ngaji Filsafat
Sumber: Ust. Fahruddin faiz


Kunci belajar filsafat adalah memahami dirimu sendiri. manusia kayak bis yang sopirnya 4. Fisik, akal, emosi dan rohani. gantian menyetir meskipun di orang tertentu sopirnya tinggal 1, 2 atau 3. para wali sopinya hanya rohani. biasanya dalam hidup kita yang nyetir gantian. cara jalanmu untuk menaklukkan sopirmu. sesuai kondisi tertentu. Paul Feyerabend mengkritik barat yang mendewakan science.

Filsuf lahir tahun 1924-1994. dianggap figur yang radikal. pikiran-pikirannya alternatif. lebih suka disebut entertainer daripada filsuf. dia punya gagasan apa dilontarkan saja tanpa banyak mikir. alasannya karena supaya orang yang merespon. cara berpikirnya radikal, mungkin tandingannya Nietsche. jika ada gagasan aneh-aneh, dia tidak pikir panjang untuk menulisnya.

Gagasan utamanya dikenal anti ilmiah. merancang satu buku yang berisi kritik/bantahan terhadap lakatos yang direncanakan berjudul "for and against method" sayangnya Lakatos meninggal saat tulisan tersebut baru separuh selesai dan akhirnya yang separuh itu diterbitkan dengan judul "against method" orangnya sudah unik dari awal.

pandangannya sering disebut anarkisme epistemologis karena sains diasumsikan harusnya tanpa aturan apapun-anything goes. 

seabsurd apapun teori, pada jamannya dia menyumbangkan sesuatu paling tidak menyumbangkan gagasan unik. cara berpikir, metode ilmiah, sains jangan terlalu dibekukan. anarkis saja. Ilmu itu seperti seni, adalah bentuk kreativitas manusia harus tidak diikat atau dibatasi karena pada akhirnya akan membosankan. ilmuwan besar selalu mereka melanggar aturan "pakem" oleh karena itu, daripada obyektifitas , sains lebih memerlukan subjektivitas.

Ilmuwan jangan terlalu terpaku pada pakem aturan akhirnya membosankan. meskipun sains objektivitas, titik tekannya jangan diobjektivitas tetapi disubjektivitas. jika terlalu banyak aturan, ilmu tidak akan berkembang, muter-muter di situ saja. coba baca skripsi di jurusan tertentu, pasti isinya itu-itu saja, jadi membosankan.

Feyerabend tentang Thomas Kuhn:

- Feyerabend sepakat dengan Kuhn tentang incommensecurability dari satu paradigma.
- persepsi tidak penuh teori, atau teori laden tetapi juga teori determined, disetir oleh teori. kita memahami sesuatu ditentukan oleh teorinya dalam melihat hal tersebut.  teori itu kacamata yang pasti dipakai untuk melihat apa saja dan itu yang menentukan. yang ngajari kita sebenarnya teori-teori. pengetahuan kita yang sekarang dikoleksi di kepala bunyi seperti teori yang kita pakai.
-Kuhn mengesampingkan metode dan lebih melihat komunitas ilmiah.
-ilmuwan besar itu sebagaimana para artis besar dan para ilmuwan "normal" adalah mereka yang meniru saja karya ilmuwan besar. ilmuwan besar itu the Beatles dan ilmuwan normal itu band pengekor saja.

Against Method yaitu metode baku yang tidak usah terlalu mengikat kita. orang jangan terlalu percaya dengan pembakuan metode karena membelenggu kreativitas. gagasan kreasionisme didukung oleh Feyerabend untuk mengetes orang-orang. jangan mau disetir-setir teorimu.

Feyerabend tidak sepakat dengan arogansi dogmatisme namun tidak anti sains. "Don't take yourselves  so seriously" bahasa lainnya kritislah jangan menerima aja.

jangan fanatik sama teori. kritiklah metode atau pun teori. tidak ada teori yang berlaku secara universal. kadang-kadang mengkritik teori hari ini bisa menggunakan teori lama yang sudah dianggap salah. karakter peradaban manusia.  teori lama bisa dihidupkan lagi untuk teori baru. 

Sains itu di dunia modern kayak agama baru. dia mengagumi Galileo. hari ini, yang kayak agama itu sains. semua yang tidak saintifik dianggap masih kuno, belum beradab. sains hari ini menentang kreatifias dan imajinasi. sains terlalu mengekang. ilmiah itu nyari masalah dulu, kemudian mengajukan hipootesis, menguju kemudian menyimpulkan.

Sains tidak menerima perbedaan. hari ini kita ditindas habis-habisan oleh arogansi ilmuwan. agama dulu yang menindas diganti oleh sains kemudian sekarang sains yang menjadi penindas. 

"The separation of state and church must be complemented by the separation of the state and science, that most recent, most aggressive, and most dogmatic religious institution"

Sains itu sesuatu yang indah jika dibakukan atau didogmakan akan menjadi buruk. estetika itu puncak kreatifitas manusia. parameter kebenaran ilmu terletak pada estetika.dapat pengetahuan itu menyenangkan.

Dunia ilmiah pertama-tama harus berkarakter saintifik pluralisme. jika mengaku akademisi, kreatiflah, berpikir sekreatif mungkin. tidak perlu seperti thomas khun yang menunggu krisis kemudian memunculkan pikiran baru, tidak perlu menunggu anomali. setiap teori punya keindahannya tersendiri. kritik adalah perspektif tertentu. kalau seragam pasti tidak enak.

Buku 2026 (2)

Buku kedua yang saya lumat selama seharian di Januari 2026 adalah buku perjalanan spiritual Mohammad Zaim. Buku tentang perjalanan panjang t...